Juni 15, 2024
Pemerintah mendorong maskapai penerbangan merawat pesawat terbang yang dikelolanya di Batam Aero Technic (BAT).

Pemerintah mendorong maskapai penerbangan merawat pesawat terbang di Batam Aero Technic (BAT).

Perawatan pesawat di dalam negeri ini dianggap mampu menjadi salah satu faktor penekan harga tiket pesawat.

“Mudah-mudahan kita bisa sedikit mendorong supaya tiket tidak mahal, dari efisiensi di komponen biaya yang kedua mengenai perawatan yang 25-30 persen tadi,” kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso melalui keterangan tertulis, Ahad, 28 Agustus 2022.

Sebagai pusat perawatan dan pengerjaan penanganan perbaikan pesawat udara, BAT yang mulai beroperasi pada 2014 di Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam memiliki kegiatan utama berupa industri Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO).

“Nah, kalau kita bisa efisienkan di sana, Pemerintah bisa menekan lagi, sehingga traffic penumpang ini bisa menggerakkan ekonomi,” kata Susiwijono.

Dengan nilai investasi sebesar Rp 7,29 triliun, pemerintah memproyeksikan kehadiran BAT dapat menghemat devisa rata-rata 30-35 persen dari kebutuhan perawatan maskapai penerbangan nasional senilai Rp 26 triliun per tahun.

Guna memastikan pesawat udara beroperasi dengan lancar, dinyatakan layak dan aman dioperasikan saat ini, BAT telah mendukung operasional perawatan pesawat di lebih dari 40 bandar udara.

Dalam jangka menengah, pemerintah mengharapkan BAT mampu menangkap berbagai peluang dari pasar Asia Pasifik yang memiliki sekitar 12.000 unit pesawat dan nilai bisnis sebesar US $100 miliar pada 2025.

Demi pengembangan usahanya, pemerintah telah memberikan dukungan terhadap BAT dalam rangka pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

KEK ini didesain untuk mendukung pertumbuhan dan pengembangan investasi di Indonesia.

“Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong investasi yang ada di Batam.

Sehingga tidak hanya untuk Batam saja tetapi juga mampu berkontribusi untuk perekonomian nasional,” kata Susiwijono.

Batam Aero Technic merupakan pusat perawatan dan pengerjaan penanganan perbaikan pesawat udara yang dikelola Lion Air Group.

Sarana perawatan dan perbaikan telah dibangun di lahan seluas 30 hektar (Ha) yang disediakan oleh Badan Pengusahaan Batam.

Fasilitas di BAT terdiri dari landas parkir pesawat atau apron seluas 7,7 hektar, jalan 2,8 km, listrik 4,7 MW, hingga hanggar 19 jalur perawatan pesawat yang terdiri daei line maintenance, minor check, major defect rectification, regular heavy check, transit check, dan to redelivery.

Selain itu ada 2 fasiltias pengecatan pesawat atau line painting) dan hanggar pembersihan.

Kemudian ada juga 1 gedung suku cadang seluas 4.000 m2, serta 1 unit gedung sarana perawatan komponen pesawat.

Untuk kapabilitas, realisasi hasil pembangunan hanggar tahap 1 dan tahap 2 telah beroperasi 4 maintenance hangar kapasitas 13 pesawat serta tahap 3 sudah beroperasi 1 maintenance hangar kapasitas 6 pesawat.

“Batam Aero Technic saat ini mampu melaksanakan perawatan jenis pesawat Airbus 320 series, Boeing 737 series, Airbus 330 series, Hawker 800/ 900 XP, hingga ATR 72 500/ 600,” ucap Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro.

BAT didukung kurang lebih 2.000 personil atau sumber daya manusia dengan target nilai investasi pada 2023 yaitu Rp 1,24 triliun.

Secara bertahap penyerapan jumlah tenaga kerja BAT mencapai 9.976 tenaga kerja pada 2030.

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *