Juni 15, 2024
Meghan Markle pernah membahas liputan media rasis yang mendorong dia dan Pangeran Harry keluar dari media sosial.

Meghan Markle mengatakan dia tak suka harus berbagi foto keluarga dengan media Inggris yang pembacanya memanggil anak-anaknya dengan “N-word” (negro).

Dulu, saat masih menjadi anggita keluarga Kerajaan Inggris, dia diminta memberikan foto putranya yang sekarang berusia 3 tahun, Archie, ke Royal Rota, media yang meliput Ratu Elizabeth II dan garis keturunannya.

“Ada struktur secara harfiah,” kata Markle, 41, dalam cerita sampul The Cut yang diterbitkan Senin, 29 Agustus 2022.

“Mengapa saya memberi foto anak saya kepada orang-orang yang memanggil mereka dengan ‘N-word’, sebelum saya membagikannya kepada orang-orang yang mencintai anak saya?” tanya Duches of Sussex.

Sebelum keluar dari Kerajaan Inggris, dia sering membagikan foto di akun @kensingtonroyal, akun yang dipakai bersama dengan pasangan Pangeran William dan Kate Middleton.

Dia sama sekali tidak memiliki kendali atas akun tersebut.

Pasangan itu memutuskan untuk membuat akun media sosial mereka sendiri, @sussexroyal, mereka mulai mengunggah di situ.

Markle dan Pangeran Harry memposting foto tanpa terlebih dahulu memberikannya kepada Royal Rota.

Pasangan itu menutup akun mereka ketika mereka mundur dari peran kerajaan, yang secara resmi terjadi pada Februari 2021, tetapi Markle memberi petunjuk bahwa dia akan kembali ke Instagram dalam wawancara itu.

Alumni “Deal or No Deal”, yang juga ibu dari putri berusia 1 tahun Lilibet Diana, sebelumnya telah membahas liputan media rasis yang mendorong dia dan suaminya keluar dari media sosial.

Penindasan itu membuat dia hampir putus asa, katanya kepada Oprah Winfrey dalam wawancaranya dengan CBS tahun lalu, bahkan dia sampai memiliki pikiran untuk bunuh diri.

“Saya benar-benar malu untuk mengatakannya pada saat itu dan malu untuk mengakuinya kepada Harry terutama, tetapi saya tahu bahwa jika saya tidak mengatakannya, saya akan melakukannya,” kata pembawa acara podcast “Arketipe” itu pada Maret 2021.

“Saya hanya tidak ingin hidup lagi.” Perempuan berdarah Amerika-Afrika itu juga memberi tahu Winfrey, 68, bahwa ada kekhawatiran di dalam keluarga tentang warna kulit putranya menjelang kelahirannya.

“Pada saat itu canggung, saya sedikit terkejut,” Harry menimpali, dan mengatakan bahwa dia tidak akan pernah mengatakan tentang kulit Archie kepada mereka.

Pada November 2021, sebuah sumber mengatakan kepada penulis Christopher Andersen untuk bukunya “Brothers and Wives: Inside the Private Lives of William, Kate, Harry and Meghan” bahwa Pangeran Charles yang bicara ke istrinya, Camilla Parker Bowles, tentang penampilan anak-anak Meghan Markle dan Pangeran Harry nantinya.

Seorang juru bicara Pangeran Wales, bagaimanapun, mengatakan kepada The Post pada saat itu bahwa laporan itu bohong dan tidak layak untuk dikomentari lebih lanjut.

PAGESIX

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *