Juni 15, 2024
Jokowi ingin pos anggaran tak terduga dipakai untuk menutup biaya transportasi distribusi pangan.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi memerintahkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk menerbitkan aturan penggunaan anggaran tak terduga di daerah untuk mengendalikan inflasi.

Jokowi ingin pos anggaran ini dipakai untuk menutup biaya transportasi distribusi pangan.

“Saya sudah perintah, entah surat keputusan, entah surat edaran,” kata Jokowi dalam rapat koordinasi nasional pengendalian inflasi di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 18 Agustus 2022.

Perintah tersebut diberikan di tengah inflasi yang terus merangkak naik.

Dalam rapat, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo melaporkan kepada Jokowi bahwa inflasi tahunan pada Juli 2022 sudah menyentuh level 4,94 persen.

Meski lebih rendah ketimbang negara lain, angka ini sudah melebihi batas atas sasaran, yaitu 3 persen plus minus 1 persen.

Salah satu penyebabnya adalah inflasi volatile food yang mencapai 11,47 persen dari seharusnya maksimal 6 persen.

Jokowi lantas bercerita tentang informasi mengenai kondisi pangan yang ia dapat di sejumlah daerah.

Jokowi mendengar informasi bahwa di Merauke, stok beras melimpah.

Namun, tak ada yang membeli.

“Harganya murah, Pak Rp 6.000 (per liter).

Saya cek ke bawah benar,” kata Jokowi menceritakan informasi yang dia terima.

Pada saat yang sama, ada daerah yang mengalami kekurangan stok beras.

Dia heran mengapa daerah tersebut tidak mengambil dari Merauke.

Lalu, Jokowi mendegar keluhan bahwa masalahnya ada pada biaya transportasi yang mahal.

Untuk itu dalam rapat dengan Tito beberapa waktu lalu, Jokowi menyampaikan bahwa biaya transportasi bisa ditutup dari anggaran tak terduga yang ada di daerah.

Jokowi pun meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Pengendal Inflasi Pusat (TPIP) memahami masalah semacam ini.

“Gunakan untuk menutup biaya menutup biaya transportasi, biaya distribusi, ini kerja lapangan,” kata dia.

Berikutnya, Jokowi juga meminta kepala daerah untuk bekerja sama dengan TPID dan TPIP.

Kepala negara meminta bupati, wali kota, hingga gubernur mengecek langsung harga barang apa yang sedang naik di daerah mereka masing-masing, yang kemudian memicu inflasi.

Setelah persoalan utamanya ditemukan, Jokowi meminta agar semua pihak mencari solusi menekan harga barang tersebut.

Contohnya, ketika harga cabai dan bawang merah naik, pemerintah harus menyambung atau memasuk stok dari daerah yang cadangannya melimpah.

Di samping rantai pasok pangan, Jokowi menekankan lagi masalah inflasi yang saat ini begitu serius kepada peserta rapat.

“Momok semua negara sekarang ini inflasi,” kata Jokowi yang mengulangi kewaspadaan itu sampai dua kali.

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *