Banyak konten di media sosial yang membandingkan gentle parenting vs VOC parenting.
Sebagian masyarakat ada yang setuju dengan gentle parenting agar tidak menimbulkan trauma, tapi ada pula memilih VOC parenting agar anak menurut.
Sebagai orang tua yang baru pertama kali memiliki anak, memilih cara mendidik tentu tidaklah mudah. Dari kedua metode ini, manakah yang sebaiknya Anda pilih?
Simak penjelasan dan perbandingan masing-masing agar Anda bisa mendidik anak dengan tepat.
Perbandingan Gentle Parenting vs VOC Parenting
Berikut ini beberapa perbandingan yang bisa Anda temukan dari metode mendidik anak secara gentle atau VOC parenting:
1. Gaya Komunikasi
Perbedaan pertama dari gaya komunikasi, di mana VOC parenting menekankan komunikasi satu arah. Anak harus selalu patuh dengan perkataan dan juga perintah orang tua.
Sedangkan gentle parenting komunikasi lebih dua arah yang mengedepankan perasaan anak.
Gaya komunikasi seperti ini juga banyak diterapkan di sekolah, seperti di International Highscope School In Medan dari murid ke guru.
2. Posisi Orang Tua
Selanjutnya, pada VOC parenting orang tua akan berada pada posisi yang berkuasa.
Karena itulah, orang tua akan mengatur seluruh kebutuhan dan aktivitas anak secara menyeluruh.
Berbeda dengan gentle parenting, di mana orang tua posisinya dekat dengan anak. Orang tua akan berperan sebagai pembimbing atau guru yang akan mendampingi dan mengajarkan dengan pendekatan halus.
3. Dampak pada Anak
Kebanyakan orang tua modern lebih memilih gentle parenting karena dampak psikologis anak jangka panjang.
VOC parenting memberikan dampak seperti takut hukuman, membuat anak menunggu arahan, dan cenderung mendendam.
Sementara itu, gentle parenting yang menerapkan komunikasi lebih halus memberikan dampak emosi anak lebih stabil. Anak bisa lebih mandiri, terbuka, dan merasa aman ketika bersama orang tua.
4. Cara Mengatasi Emosi Anak
Gentle parenting vs VOC parenting sangat terlihat dari sikap orang tua mengatasi emosi anak yang tantrum atau menangis.
Karena VOC parenting menerapkan komunikasi satu arah, orang tua biasanya menghadapi dengan emosi.
Sedangkan gentle parenting akan menanyakan terlebih dahulu alasan anak menangis dan memberikan pendekatan yang dalam. Dengan begitu, anak dapat terbuka dan meluapkan emosinya lebih teratur.
5. Pengambil Keputusan
Dalam VOC parenting, keputusan mutlak berasal dari orang tua. Anak harus menurut dan mendengarkan semua kata orang tua tanpa harus tahu sebabnya.
Sementara gentle parenting pengambil keputusan akan diserahkan kepada anak dengan bimbingan orang tua. Karena itu, anak bisa merasa lebih mandiri, percaya diri, dan bertanggung jawab.
Dari perbedaan ini, Anda bisa mulai menentukan mana metode mendidik yang paling tepat. Jika ingin dampak positif lebih banyak, gentle parenting akan lebih cocok karena bisa mengembangkan pemikiran anak.
Untuk mendukung gentle parenting, Anda bisa menyekolahkan si kecil di International HighScope School In Medan sejak dini. Dengan kurikulum High Scope yang, anak dapat belajar mandiri, bersosialisasi, dan meningkatkan kecerdasan.