Mei 21, 2024
Dampak Positif Intermittent Fasting

Terdapat beberapa jenis diet, salah satu di antaranya adalah intermittent fasting atau disebut juga dengan diet puasa. Melansir Science Direct, intermittent fasting memiliki efek kuat pada tubuh dan otak, serta dipercaya membantu hidup lebih lama. Awalnya, diet puasa ini dipopulerkan oleh jurnalis BBC, Dr. Michael Mosley pada tahun 2012 lalu. Lalu, program diet ini semakin terkenal karena dijelaskan lebih mendalam oleh Dr. Jason Fung pada bukunya berjudul The Obesity Code pada tahun 2016 lalu. Selain itu, intermittent fasting juga memiliki beberapa manfaat.

Dampak Positif Intermittent Fasting

  1. Turunkan Berat Badan

Manfaat diet intermittent fasting yang paling utama tentu saja untuk membantu menurunkan berat badan. Menurut sebuah artikel yang diterbitkan pada Februari 2020 di The Canadian Family Physician, intermittent fasting dapat berkontribusi pada penurunan berat badan untuk individu yang kelebihan berat badan atau obesitas. Para peneliti melihat data dari 27 studi dan menemukan bahwa IF membantu peserta kehilangan hingga 13 persen dari berat badan mereka,

 

  1. Menurunkan gula darah

Melansir Science Direct, intermittent fasting dapat mengurangi resistensi insulin, yakni menurunkan gula darah sebesar 3-6%. Dengan tubuh menghasilkan kadar insulin sebesar 20-31%, ini dapat melindungi risiko terkena diabetes tipe 2. Apabila kamu salah satu penderita diabetes, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu ke dokter sebelum melakukan diet puasa ini, ya!

 

  1. Turunkan Kolesterol

Manfaat diet intermittent fasting bagi kesehatan yang keempat adalah untuk membantu menurunkan kolesterol. Menurut ulasan yang diterbitkan pada Oktober 2021 di Annual Review of Nutrition, berbagai pola intermittent fasting, termasuk puasa alternatif dan 5:2, dapat membantu menurunkan kolesterol LDL atau kolesterol “jahat”, di antara penanda kesehatan kardiometabolik lainnya, seperti tekanan darah.

 

  1. Bisa meningkatkan metabolisme tubuh

Situs kesehatan Healthline menyebut puasa dapat meningkatkan level hormon sehingga lemak yang tersimpan jadi lebih mudah dicerna. Salah satu hormon yang ikut meningkat adalah human growth hormone (HGH). Meningkatnya hormon ini juga berdampak pada peningkatan metabolisme, lho.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *