Mei 21, 2024
Alergen yang dibawa tungau, hewan mikroskopis, ini memicu gejala alergi ringan hingga berat dan dapat menyebabkan serangan asma.

Jakarta -Paparan tungau debu yang terus menerus di rumah dapat berdampak pada kesehatan penderita asma.

Alergen yang dibawa hewan mikroskopis ini memicu gejala alergi ringan hingga berat dan dapat menyebabkan serangan asma.

Oleh karena itu, ketahui cara terhindar dari paparan tungau debu dalam ulasan berikut.

Sebagai informasi, orang dengan gangguan asma sangat sensitif terhadap tungau debu.

Dilansir dari news.mit.edu, asma biasanya dipicu oleh respons imun yang berlebihan terhadap alergen, seperti yang dibawa tungau debu.

Dalam kasus ringan, ini dapat menyebabkan pilek sesekali, mata berair, dan bersin.

Sedangkan dalam kasus parah bisa memicu serangan asma.

“Setelah Anda menjalani tes alergi positif dan berkonsultasi dengan dokter umum atau perawat asma, mulailah memikirkan cara untuk mengurangi debu dan tungau debu di rumah,” kata Dr.

Andy Whittamore, GP Internal Asma Inggris, dikutip dari asthma.org.uk.

Mengurangi Paparan Tungau Debu di Rumah Dilansir dari situs resmi American Lung Association, berikut caranya: Tungau debu merupakan serangga hama yang memakan sel-sel kulit mati manusia.

Mereka banyak ditemukan di rumah dengan tingkat kelembaban tinggi dan suhu hangat yang konstan.

Untuk itu, penting untuk menjaga kelembaban rumah di bawah 50 persen.

Hindari penggunaan furniture yang dilapisi kain, seperti sofa atau gunakan furniture dengan permukaan halus.

Cuci tempat tidur, seperti seprai dan selimut, seminggu sekali pada suhu 60 derajat untuk membunuh tungau debu.

Gunakan kain lembab saat Anda membersihkan debu, yang mencegah debu masuk ke udara.

Usahakan jangan memakai karpet di dalam rumah, terutama jika penghuninya alergi terhadap tungau debu.

Jika terpaksa harus menggunakan karpet, gunakan penyedot debu dengan filter HEPA (High-Efficiency Particulate Air).

Bersihkan lantai sesering mungkin dari kotoran dan debu tanpa mengepel basah.

Bersihkan debu secara teratur untuk mengurangi jumlah debu dan meningkatkan kualitas udara dalam ruangan rumah.

Saat membersihkan debu, gunakan sesuatu yang dapat menjebak dan mengunci debu (seperti waslap basah atau kain microfiber) untuk mengurangi penyebaran jumlah debu saat membersihkannya.

HARIS SETYAWANBaca : Tak Hanya Masalah Paru-paru dan Jantung, Ini Penyebab Lain Sesak Napas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *